Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia umumnya diawali oleh api permukaan berskala kecil yang menyebar cepat melalui semak, rumput kering, dan serasah.
Pada fase awal inilah jet shooter memegang peranan penting sebagai peralatan pemadaman manual yang praktis, efisien, dan mudah dioperasikan di medan terbuka.

Artikel ini membahas jet shooter sebagai kategori peralatan, mencakup fungsi, prinsip kerja, aplikasi lapangan, serta batasan penggunaannya dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Apa Itu Jet Shooter?
Jet shooter adalah pompa punggung manual bertekanan yang digunakan untuk menyemprotkan air ke titik api pada kebakaran hutan dan lahan. Peralatan ini dirancang untuk dibawa langsung oleh satu personel, sehingga sangat efektif digunakan pada area yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam atau sistem suplai air bertekanan.
Jet shooter umumnya memiliki:
- Tangki air terintegrasi
- Sistem pompa piston manual
- Lance atau nozzle dengan mode jet dan spray
- Harness punggung ergonomis
Fungsi Jet Shooter dalam Operasi Karhutla
Dalam sistem pemadaman kebakaran hutan, jet shooter berfungsi sebagai alat pemadam tahap awal (initial attack) dan pendukung pemadaman lanjutan. Beberapa fungsi utamanya meliputi:
- Pemadaman Api Permukaan
Efektif untuk memadamkan api pada rumput, semak, dan serasah sebelum membesar. - Pendinginan (Mop-Up)
Digunakan setelah api utama terkendali untuk mencegah penyalaan ulang. - Pengamanan Garis Api
Membantu membasahi vegetasi di sekitar fire line agar api tidak merambat. - Patroli Pencegahan
Digunakan dalam kegiatan monitoring area rawan kebakaran.
Cara Kerja Jet Shooter
Jet shooter bekerja menggunakan sistem tekanan manual. Operator memompa tuas piston untuk menghasilkan tekanan di dalam tangki air. Tekanan ini kemudian mendorong air keluar melalui lance menuju nozzle.
Sebagian besar jet shooter menyediakan dua mode semprotan:
- Jet: Pancaran lurus untuk menjangkau api dari jarak lebih aman
- Spray: Semprotan menyebar untuk pendinginan dan pembasahan area
Karena tidak bergantung pada mesin, jet shooter tidak memerlukan bahan bakar dan relatif minim perawatan.
Kapan Jet Shooter Digunakan?
Jet shooter paling efektif digunakan pada kondisi berikut:
- Api berskala kecil hingga menengah
- Kebakaran semak dan rumput kering
- Medan hutan atau perkebunan dengan akses terbatas
- Operasi pemadaman awal sebelum api meluas
Keterbatasan Jet Shooter
Meskipun praktis, jet shooter bukan alat utama untuk semua jenis kebakaran. Peralatan ini kurang efektif untuk:
- Kebakaran besar dengan intensitas tinggi
- Api tajuk (crown fire)
- Kebakaran gambut dalam
- Operasi pemadaman jarak jauh berskala besar
Pada kondisi tersebut, jet shooter perlu dikombinasikan dengan pompa jinjing, pompa apung, atau sistem suplai air bertekanan.
Jet Shooter dalam Sistem Peralatan Pemadaman Hutan
Dalam praktik lapangan, jet shooter jarang digunakan secara tunggal. Peralatan ini biasanya menjadi bagian dari sistem terpadu yang meliputi:
- Peralatan tangan (fire flapper, kapak, sekop)
- Pompa jinjing portable
- Selang dan nozzle forestry
- APD pemadam kebakaran hutan
Kombinasi ini memungkinkan regu pemadam bekerja lebih fleksibel dan adaptif terhadap kondisi lapangan.
Karakteristik Umum Jet Shooter untuk Karhutla
Sebagai peralatan standar pemadaman hutan, jet shooter umumnya memiliki karakteristik berikut:
- Kapasitas tangki air 15–20 liter
- Sistem pompa piston manual
- Jarak semprot hingga belasan meter
- Material tangki tahan cuaca dan benturan
- Desain ergonomis untuk penggunaan jangka panjang
Karakteristik tersebut mendukung kebutuhan pemadaman di medan berat dengan mobilitas tinggi.
Penutup
Jet shooter merupakan peralatan esensial dalam pemadaman awal kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah dengan akses terbatas dan sumber air minim. Dengan memahami fungsi, cara kerja, dan batasan penggunaannya, jet shooter dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari sistem pemadaman Karhutla yang efektif dan aman.
Dalam operasional nyata, jet shooter sebaiknya digunakan bersama peralatan pemadam lainnya untuk membentuk strategi pemadaman yang terpadu sesuai kondisi lapangan.