Standar Jumlah & Kapasitas APAR di Setiap Bangunan (SNI & NFPA)

APAR (Alat Pemadam Api Ringan) merupakan komponen utama dalam sistem proteksi kebakaran tahap awal yang wajib tersedia di setiap bangunan. Namun, efektivitas APAR tidak hanya ditentukan oleh keberadaannya, melainkan oleh jumlah unit, kapasitas media pemadam, jenis APAR, serta penempatannya yang harus sesuai dengan standar yang berlaku.

Standar Jumlah & Kapasitas APAR di Setiap Bangunan (SNI & NFPA)

Dalam praktik di lapangan, kesalahan pemilihan jenis APAR—baik APAR Powder ABC, APAR CO₂, APAR Foam, maupun Clean Agent—sering menyebabkan proteksi tidak optimal saat kebakaran awal terjadi. Oleh karena itu, pemahaman standar menjadi sangat krusial sebelum menentukan APAR yang sesuai kebutuhan bangunan.

👉 Untuk gambaran lengkap jenis dan fungsi APAR, silakan lihat halaman APAR (Fire Extinguisher) sebagai referensi utama.


Mengapa Standar Jumlah & Kapasitas APAR Sangat Penting?

Penerapan standar APAR yang tepat bertujuan untuk:

  • Menjamin perlindungan kebakaran menyeluruh pada seluruh area bangunan
  • Memenuhi persyaratan regulasi K3 dan audit keselamatan
  • Menghindari sanksi administratif maupun risiko hukum
  • Meminimalkan potensi kerugian aset serta risiko korban jiwa
  • Memastikan APAR dapat digunakan secara efektif saat kondisi darurat

APAR dengan jumlah terlalu sedikit berisiko tidak mampu mengendalikan api pada tahap awal. Sebaliknya, pemilihan APAR tanpa mempertimbangkan kelas kebakaran—misalnya menggunakan powder pada area elektronik sensitif—justru dapat memperbesar kerusakan pascakebakaran.


Dasar Regulasi yang Digunakan

Penentuan jumlah dan kapasitas APAR mengacu pada dua standar utama:

  • SNI 03-1745-2000 – Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan APAR di Indonesia
  • NFPA 10Standard for Portable Fire Extinguishers (acuan internasional)

Standar ini menjadi dasar dalam menentukan jenis APAR yang tepat, apakah menggunakan APAR Powder ABC untuk risiko umum, APAR CO₂ untuk kebakaran listrik, atau Clean Agent untuk area sensitif seperti server room.


Standar Jumlah & Kapasitas APAR Menurut SNI

Menurut SNI 03-1745-2000, kebutuhan APAR ditentukan berdasarkan tingkat bahaya kebakaran, luas area proteksi, dan jarak tempuh pengguna.

1. Berdasarkan Tingkat Bahaya Kebakaran

Bahaya Ringan (Light Hazard)
Contoh: perkantoran, rumah tinggal
→ Umumnya menggunakan APAR Powder ABC kapasitas ±2 kg untuk area hingga ±200 m².

Bahaya Sedang (Ordinary Hazard)
Contoh: gudang, workshop kecil
→ Direkomendasikan APAR Powder ABC 3–6 kg atau kombinasi dengan APAR Foam untuk area dengan potensi cairan mudah terbakar.

Bahaya Berat (Extra Hazard)
Contoh: pabrik kimia, SPBU
→ Menggunakan APAR Powder kapasitas besar (6–9 kg) dengan jarak pemasangan lebih rapat.

🔗 Pelajari lebih detail karakteristik dan aplikasi APAR Powder ABC untuk berbagai tingkat risiko kebakaran.


2. Jarak Tempuh Maksimal

  • APAR harus dapat dijangkau dalam waktu ≤ 15 detik
  • Jarak maksimum ke titik APAR adalah ±15 meter

Penempatan ini memastikan APAR dapat digunakan segera sebelum api berkembang, terutama pada area dengan risiko kebakaran kelas A dan B.


3. Ketinggian Pemasangan APAR

  • Berat ≤ 4,5 kg → tinggi maksimal 120 cm
  • Berat > 4,5 kg → tinggi maksimal 80 cm

Ketentuan ini berlaku untuk seluruh jenis APAR, baik powder, CO₂, foam, maupun clean agent.


Standar Jumlah & Kapasitas APAR Menurut NFPA 10

NFPA 10 menekankan pada rating pemadaman, bukan sekadar berat tabung.

Kelas A – Bahan Padat Mudah Terbakar

→ Minimal 1 unit APAR rating 2A untuk setiap ±200 m².

Kelas B – Cairan Mudah Terbakar

→ Umumnya menggunakan APAR Foam atau APAR Powder ABC dengan rating B yang sesuai.

🔗 Untuk risiko kebakaran cairan mudah terbakar, lihat panduan APAR Foam yang dirancang khusus untuk kebakaran kelas B.

Kelas C – Kebakaran Listrik

→ Menggunakan APAR tidak konduktif seperti CO₂ atau Clean Agent.

🔗 Untuk proteksi panel listrik, server room, dan peralatan elektronik, gunakan APAR CO₂ atau APAR Clean Agent FK-5-1-12.

Kelas D – Logam Mudah Terbakar

→ Menggunakan APAR khusus dry powder logam (bukan ABC).


Rumus Umum Perhitungan Jumlah APAR

Sebagai estimasi awal:

Jumlah APAR = (Luas Area ÷ Luas Proteksi APAR) × Faktor Risiko

Rumus ini digunakan sebagai panduan awal sebelum menentukan spesifikasi APAR yang tepat sesuai standar SNI dan NFPA.


Rekomendasi Kapasitas APAR Berdasarkan Jenis Bangunan

  • Rumah Tinggal → APAR 2 kg Powder atau Clean Agent
  • Perkantoran & Perbankan → APAR CO₂ atau Clean Agent per 200 m²
  • Restoran & Dapur Komersial → APAR Foam atau K-Class
  • Pabrik & Industri → APAR Powder kapasitas besar + sistem proteksi tambahan
  • Server Room & Data Center → Clean Agent FK-5-1-12

Pemilihan jenis APAR harus mempertimbangkan risiko kebakaran, nilai aset, dan potensi kerusakan lanjutan.


Kesalahan Umum dalam Penentuan APAR

  • Menentukan APAR hanya berdasarkan harga
  • Salah memilih jenis APAR untuk kelas kebakaran
  • Penempatan terlalu jauh dari area risiko
  • Tidak melakukan inspeksi dan refill berkala
  • Menggunakan APAR yang sudah tidak laik fungsi

Kesimpulan

Standar jumlah dan kapasitas APAR harus mengacu pada SNI dan NFPA agar sistem proteksi kebakaran dapat bekerja efektif pada tahap awal. Selain jumlah dan kapasitas, pemilihan jenis APAR yang tepat—baik powder, CO₂, foam, maupun clean agent—menjadi faktor penentu keberhasilan pemadaman awal.

👉 Untuk referensi lengkap produk dan spesifikasi, silakan kunjungi halaman utama APAR (Fire Extinguisher).