Pendahuluan
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah barisan pertahanan pertama saat api mulai menyala. Tapi sayangnya, banyak yang baru sadar pentingnya perawatan APAR setelah alatnya ngadat di saat genting.
Padahal, menurut NFPA 10 – Standard for Portable Fire Extinguishers, APAR wajib diperiksa, dirawat, dan diuji secara berkala untuk memastikan alat ini siap tempur kapan pun diperlukan.
Kalau APAR rusak, bocor, atau tekanan turun — ya sama aja kayak punya mobil keren tapi tanpa bensin.
🔍 1. Pemeriksaan Visual (Visual Inspection)
Sesuai NFPA 10, pemeriksaan visual harus dilakukan setiap bulan. Langkah ini bisa dilakukan oleh petugas K3, teknisi, atau siapa pun yang telah diberi pelatihan dasar.
Yang perlu dicek:
- Posisi & aksesibilitas: APAR harus mudah dijangkau, tidak terhalang barang.
- Segel & pin pengaman: Pastikan tidak rusak atau hilang.
- Label & petunjuk penggunaan masih terbaca jelas.
- Tekanan pada manometer (untuk APAR bertekanan): jarum harus berada di zona hijau.
- Kondisi fisik tabung: tidak penyok, berkarat, atau bocor.
Tips: kalau pakai APAR Nano Aerosol atau Ferosol seperti NANOFEX FS0050 atau FJE50, pemeriksaannya lebih simpel karena alat ini tidak menggunakan tekanan gas, jadi minim perawatan.
🧪 2. Pemeriksaan Tahunan (Annual Maintenance)
NFPA 10 mensyaratkan agar APAR menjalani pemeriksaan menyeluruh setidaknya sekali dalam setahun oleh teknisi bersertifikat.
Prosedur umum:
- Membongkar dan memeriksa bagian internal APAR.
- Mengecek massa media pemadam (apakah masih sesuai spesifikasi).
- Menguji katup, nozzle, dan selang.
- Membersihkan seluruh permukaan dari debu dan korosi.
- Mengganti atau memperbaiki komponen yang aus.
Untuk jenis APAR thermatic nano fire extinguisher, pemeriksaan tahunan lebih pada fungsi sensor termal dan area perlindungan, karena alat ini bekerja otomatis tanpa tekanan dan tanpa pipa instalasi.
🧯 3. Uji Tekanan (Hydrostatic Test)
Setiap tabung APAR yang menggunakan media bertekanan (misalnya Dry Chemical Powder atau CO₂) wajib menjalani uji tekanan (hydrotest) sesuai interval NFPA 10, biasanya setiap 5 tahun sekali.
Tujuannya: memastikan tabung masih kuat menahan tekanan internal.
Jika gagal uji — tabung harus langsung dipensiunkan, jangan dipaksa dipakai.
Sedangkan APAR modern berbasis nano ferosol atau aerosol seperti OFI-FJE50 dan NANOFEX NNF-005, tidak memerlukan hydrotest sama sekali karena tidak mengandung tekanan gas. Ini membuatnya jauh lebih praktis dan bebas repot.
⚙️ 4. Dokumentasi & Label Servis
Setiap kali APAR diperiksa atau diservis, hasilnya harus dicatat pada:
- Tag atau label perawatan yang digantung di leher tabung.
- Log book atau sistem digital inspeksi kebakaran.
Catatan harus mencantumkan tanggal pemeriksaan, nama pemeriksa, hasil, serta tindakan yang dilakukan (recharge, servis, atau penggantian).
💡 Tips Bonus: Tanda APAR Perlu Diganti
- Segel rusak atau hilang.
- Tabung penyok atau karat parah.
- Tekanan turun di bawah zona hijau.
- Alat sudah melewati masa validitas (biasanya 5–10 tahun).
- Label dan petunjuk hilang.
Untuk APAR ferosol dan nano thermatic, umur efektifnya bisa mencapai 10 tahun, dengan garansi “lifetime use” selama tidak rusak fisiknya.
🔥 Penutup: APAR Siap = Tempat Kerja Aman
Perawatan APAR bukan formalitas — ini soal keselamatan nyawa, aset, dan reputasi perusahaan.
Dengan mengikuti standar NFPA 10, kamu tidak hanya patuh regulasi, tapi juga memastikan alat pemadam benar-benar siap saat dibutuhkan.
Kalau mau solusi bebas repot, pilih APAR modern seperti:
- OFI-FJE50 (500 gr Nano Fire Extinguisher) – kecil, praktis, tanpa tekanan.
- NANOFEX Thermatic NNF-005 / NNF-007 – otomatis, tanpa pipa, tanpa maintenance.
- NANOFEX FS0050 / FS0800 – untuk proteksi area listrik dan industri.
Cocok untuk kantor, rumah, kendaraan, server room, hingga ruang produksi.