Peran Fire Blanket dalam Penanganan Kebakaran Mobil Listrik

Pendahuluan

Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik (EV), muncul tantangan baru dalam penanganan kebakaran, khususnya yang melibatkan baterai lithium-ion. Karakteristik kebakaran EV berbeda dengan kendaraan konvensional, baik dari sisi suhu, durasi, maupun potensi re-ignition.

Petugas pemadam Indonesia menutupi mobil listrik yang terbakar menggunakan fire blanket khusus kebakaran EV.

Dalam konteks inilah fire blanket mulai digunakan sebagai alat pendukung pengendalian awal kebakaran EV, terutama untuk membatasi penyebaran api dan panas. Artikel ini membahas peran fire blanket dalam penanganan insiden kendaraan listrik, serta batasan penggunaannya di lapangan.

🔗 Untuk penerapan fire blanket pada basement parkir dan charging station, lihat halaman EV Fire Blanket.


1. Karakteristik Kebakaran Kendaraan Listrik

Kebakaran pada kendaraan listrik umumnya dipicu oleh:

  • Kerusakan sel baterai lithium-ion
  • Hubungan pendek internal (internal short circuit)
  • Overheating akibat benturan atau kegagalan sistem

Ciri khas kebakaran EV:

  • Suhu sangat tinggi
  • Api sulit dipadamkan dengan metode konvensional
  • Potensi menyala kembali (thermal runaway)
  • Asap dan gas berbahaya

Oleh karena itu, pendekatan penanganan kebakaran EV berbeda dengan kebakaran kendaraan berbahan bakar fosil.


2. Apa Peran Fire Blanket pada Insiden EV?

Fire blanket bukan alat pemadam utama untuk kebakaran baterai EV. Namun, fire blanket berperan penting sebagai:

  • Pembatas penyebaran api dan panas
  • Pengendali percikan dan nyala api terbuka
  • Pelindung area sekitar kendaraan
  • Sarana isolasi visual dan termal sementara

Dalam banyak skenario, fire blanket digunakan untuk menutup kendaraan guna mengurangi paparan panas dan mencegah api menjalar ke kendaraan atau struktur lain di sekitarnya.


3. Prinsip Kerja Fire Blanket pada Kebakaran EV

Pada insiden kendaraan listrik, fire blanket bekerja dengan:

  • Mengurangi suplai oksigen di sekitar api terbuka
  • Menahan percikan dan serpihan panas
  • Mengurangi radiasi panas ke lingkungan sekitar

Fire blanket tidak menghentikan reaksi kimia di dalam baterai, namun membantu menciptakan kondisi yang lebih terkendali bagi tim tanggap darurat.


4. Skenario Penggunaan Fire Blanket pada Kendaraan Listrik

Fire blanket umumnya digunakan pada kondisi berikut:

  • Kendaraan listrik terbakar di area parkir
  • Insiden EV di basement gedung
  • Kebakaran forklift listrik di gudang
  • EV mengalami overheating serius pasca tabrakan

Penggunaan dilakukan sebagai langkah pengendalian awal, sambil menunggu penanganan lanjutan oleh petugas terlatih.


5. Batasan Penggunaan Fire Blanket pada EV

Penting untuk memahami bahwa fire blanket:

  • Tidak memadamkan thermal runaway sepenuhnya
  • Tidak menggantikan sistem pemadam khusus EV
  • Tidak efektif jika baterai sudah rusak parah

Fire blanket bukan solusi tunggal, melainkan bagian dari pendekatan keselamatan berlapis (layered safety approach).


6. Perbedaan Fire Blanket EV dan Fire Blanket Umum

Fire blanket untuk aplikasi EV biasanya memiliki:

  • Ukuran jauh lebih besar
  • Ketahanan suhu lebih tinggi
  • Material khusus untuk paparan panas ekstrem
  • Bobot dan konstruksi heavy-duty

Hal ini membedakannya dari fire blanket standar untuk dapur atau rumah.


7. Area yang Umumnya Membutuhkan Fire Blanket EV

Fire blanket untuk EV banyak digunakan pada:

  • Basement parkir gedung
  • Charging station
  • Workshop kendaraan listrik
  • Gudang logistik dengan forklift listrik
  • Area industri berisiko tinggi

Pada area tersebut, fire blanket berfungsi sebagai alat mitigasi awal sebelum penanganan lanjutan.


Penutup

Kebakaran kendaraan listrik memerlukan pendekatan yang berbeda dan lebih hati-hati. Fire blanket memberikan peran penting dalam pengendalian awal, terutama untuk membatasi penyebaran api dan panas di area sekitar kendaraan.

Pemahaman yang tepat mengenai fungsi dan batasan fire blanket akan membantu meningkatkan keselamatan, tanpa menciptakan ekspektasi yang keliru terhadap kemampuannya.