Langkah-Langkah Pemadaman Kebakaran Gambut untuk Tim Lapangan

Kebakaran lahan gambut bukan sekadar api di permukaan β€” ia membakar hingga ke lapisan bawah tanah.
Untuk memadamkannya, dibutuhkan taktik yang sistematis, peralatan tepat, dan kerja tim yang solid.
Berikut panduan lengkap pemadaman kebakaran gambut di lapangan, berdasarkan praktik terbaik tim pemadam profesional.


🧭 1. Identifikasi dan Pemetaan Area Kebakaran

Sebelum memulai pemadaman, langkah pertama adalah pemetaan titik panas (hotspot).
Gunakan drone thermal, GPS, atau laporan patroli darat untuk menentukan:

  • Lokasi api aktif di permukaan,
  • Area potensial penyebaran bawah tanah,
  • Jalur evakuasi dan sumber air terdekat.

Pemadaman yang terarah selalu dimulai dengan peta yang akurat.


πŸ’§ 2. Penentuan Sumber Air dan Sistem Distribusi

Air adalah senjata utama. Tentukan sumber air alami (danau, sungai, embung) atau gunakan pompa portable high pressure.
Dari sana, distribusikan air ke area api menggunakan:

  • Fire hose berdiameter 1.5” atau 2.5”,
  • Coupler standar internasional,
  • Dan alat suntik gambut (Peat Injector OFI-TY001) untuk titik bawah tanah.

βš™οΈ 3. Pemadaman Api Permukaan

Langkah awal: padamkan vegetasi yang terbakar di permukaan.
Gunakan kombinasi:

  • Nozzle semprot (Peat Nozzle OFI-TY003) mode jet untuk api besar,
  • Mode spray untuk pembasahan area di sekitar titik api,
  • Fire beater / backpack pump untuk spot kecil.

Tujuannya: hentikan penyebaran horizontal agar api tidak menjalar ke area baru.


πŸŒ‹ 4. Pemadaman Api Bawah Tanah dengan Teknik Suntik Gambut

Nah, di sinilah alat suntik gambut jadi kunci.
Gunakan Peat Injector OFI-TY001 untuk menyalurkan air langsung ke lapisan tanah yang masih panas.
Langkahnya:

  1. Tusukkan injector ke tanah Β± 1,5–2 meter.
  2. Semprotkan air bertekanan tinggi selama beberapa detik.
  3. Lanjutkan ke titik berikutnya membentuk pola zig-zag.

Teknik ini memastikan panas di bawah permukaan benar-benar hilang, bukan sekadar padam di permukaan.


πŸͺ“ 5. Buat Sekat Bakar (Fire Line) dan Pendinginan Area

Gunakan alat manual seperti Kapak Pulaski, Cangkul McLeod, atau Fire Rake untuk membuat sekat bakar.
Fungsinya:

  • Menghambat penjalaran api bawah tanah,
  • Memisahkan area aman dari titik panas,
  • Memudahkan kontrol selama pendinginan.

Setelah itu, lakukan pendinginan berulang (re-wetting) selama 24 jam pasca pemadaman.


🧰 6. Pemeriksaan dan Monitoring Pasca Pemadaman

Setelah api padam total, jangan langsung angkat kaki.
Tim wajib:

  • Mengecek ulang suhu tanah dengan thermal scanner,
  • Menandai titik yang masih hangat,
  • Menyuntik ulang air jika ditemukan indikasi bara.

Kebakaran gambut bisa menyala lagi bahkan setelah 3–5 hari, jadi pengawasan adalah kunci.


🌱 7. Pemulihan Area dan Edukasi Masyarakat

Setelah situasi aman, bantu proses pemulihan dengan:

  • Penanaman kembali vegetasi lokal,
  • Penutupan lubang injeksi untuk mencegah longsor,
  • Edukasi masyarakat tentang bahaya pembakaran lahan.

Langkah kecil ini membantu menjaga ekosistem gambut tetap lestari.


🧩 Kesimpulan

Pemadaman kebakaran gambut membutuhkan strategi terencana, alat yang tepat, dan disiplin lapangan.
Dengan kombinasi antara Peat Injector OFI-TY001, Nozzle OFI-TY003, dan peralatan pendukung lainnya, proses pemadaman bisa dilakukan:

  • Lebih cepat,
  • Lebih efisien,
  • Dan lebih ramah lingkungan.

🌀️ Padamkan api dari akar masalahnya β€” bukan hanya dari permukaannya.
Bersama PT Dunia Pemadam Indonesia, kita jaga hutan, lindungi udara, dan selamatkan kehidupan.