Dalam operasi rope rescue profesional—baik high-angle, tower rescue, confined space, maupun vertical evacuation—peralatan utama seperti carabiner, pulley, dan harness menjadi komponen krusial yang menentukan keselamatan keseluruhan sistem.
NFPA 1983 menjadi standar internasional yang memastikan peralatan rope rescue memiliki kekuatan, sertifikasi, dan keandalan yang memenuhi kebutuhan operasi penyelamatan berisiko tinggi. Artikel ini membahas cara memilih peralatan tersebut dengan benar, disertai spesifikasi teknis yang wajib diperhatikan.
1. Carabiner untuk Rope Rescue | Kriteria Penting Menurut NFPA 1983
Carabiner merupakan komponen penghubung utama dalam sistem rescue. Ia harus mampu menahan beban tinggi, bekerja dalam konfigurasi multi-directional, dan memiliki mekanisme penguncian yang aman.
1.1 Standar NFPA untuk Carabiner
NFPA 1983 mensyaratkan:
- Minimum Breaking Strength (MBS) untuk General Use: ≥ 40 kN
- MBS untuk Technical Use: ≥ 27 kN
- Tipe penguncian wajib: Auto-locking (triple action lebih direkomendasikan)
- Material: Aluminium high-grade atau steel alloy
Catatan: Carabiner non-rated (tanpa standar beban) tidak boleh digunakan dalam operasi rescue.
1.2 Tipe Carabiner untuk Operasi Rescue
1. Carabiner Oval
- Ideal untuk pulley, ascender, dan belay device
- Distribusi beban merata
2. Carabiner D-Shape
- Lebih kuat dari oval
- Umum digunakan untuk anchor, harness, dan alat hauling
3. Auto-lock Carabiner
- Wajib dalam sistem life-safety
- Mencegah buka-tidak-sengaja
4. Steel Carabiner
- Lebih kuat, cocok untuk high-load system
- Banyak dipakai pada fire rescue atau industrial rescue
1.3 Tips Memilih Carabiner
- Pastikan rating tercetak jelas di body (kN marking)
- Pilih gate lock minimal double-lock, ideal triple-lock
- Pastikan kompatibilitas dengan pulley dan hardware lain
- Steel lebih aman untuk beban berat; aluminium untuk mobilitas
- Hindari carabiner untuk climbing rekreasi (tidak selalu NFPA-rated)
2. Memilih Pulley Rescue | Mechanical Advantage yang Aman dan Efisien
Pulley memungkinkan tim menciptakan mechanical advantage (MA) seperti 3:1, 5:1, atau 9:1 untuk mengangkat beban dengan lebih ringan. Pulley dalam rescue tidak sama dengan pulley untuk climbing atau industri ringan.
2.1 Standar NFPA untuk Pulley
- General Use (G-rated): MBS ≥ 40 kN
- Technical Use (T-rated): MBS ≥ 22 kN
- Diameter sheave harus kompatibel dengan tali static rope (10–12.5 mm)
2.2 Tipe Pulley untuk Rescue
1. Single Pulley
- Untuk sistem sederhana
- Cocok untuk redirect atau basic haul
2. Double Pulley
- Untuk mechanical advantage 3:1 atau 5:1
- Lebih efisien, mengurangi friction loss
3. Prusik-Minding Pulley (PMP)
- Didesain agar prusik tidak tersangkut
- Aman untuk mainline / belay system
4. Swivel Pulley
- Mencegah tali twisting
- Ideal untuk vertical lift dan litter raising
2.3 Faktor yang Harus Dicek Sebelum Membeli
- Kekuatan (kN rating) sesuai kategori operasi
- Bearing harus smooth dan bebas hambatan
- Sheave lebar, tidak merusak mantel tali
- Kompatibilitas dengan static rope 11 mm (standar rescue)
- Pastikan sertifikasi NFPA 1983 tertulis pada perangkat
3. Harness Rescue | Dukungan Utama untuk Operator dan Korban
Harness adalah alat penopang tubuh untuk rescuer dan korban. Berbeda dengan harness climbing rekreasi, harness rescue harus mampu menahan beban multi-arah, nyaman dalam durasi panjang, dan memiliki titik pengikat tambahan.
3.1 Standar NFPA 1983 untuk Harness
NFPA membagi harness menjadi dua kategori:
1. Class II – Seat Harness
- Mengelilingi pinggang dan paha
- Beban maksimum 15 kN
- Cocok untuk belay atau rappelling singkat
2. Class III – Full Body Harness
- Mengamankan seluruh tubuh
- MBS ≥ 22 kN
- Wajib untuk operasi rope rescue profesional
- Stabil untuk pengangkatan (vertical lift & basket rescue)
Untuk operasi SAR dan damkar, Class III adalah standar minimal.
3.2 Fitur yang Wajib Ada pada Rescue Harness
- Attachment point multiple (front, dorsal, ventral, lateral)
- Padding tebal untuk kenyamanan jangka panjang
- Quick-adjust buckle
- Webbing yang tahan abrasi & chemical resistant
- Kompatibel dengan chest ascender
- Sertifikasi NFPA 1983 (Life Safety Harness)
3.3 Tips Memilih Harness
- Pilih yang memiliki dorsal ring untuk fall arrest
- Pastikan buckle tidak mudah self-loosen
- Coba gerakan penuh (squat, naik tangga, crawling)
- Pilih harness dengan gear loop kuat untuk peralatan tambahan
- Hindari harness murah non-rated (risiko fatal)
4. Kombinasi Sistem | Bagaimana Semuanya Bekerja Bersama
Dalam standar rope rescue:
- Static rope NFPA-rated digunakan sebagai mainline & belay
- Carabiner auto-lock steel digunakan untuk anchor dan MA system
- PMP pulley digunakan untuk hauling dan lowering
- Class III harness digunakan untuk rescuer & korban
Jika salah satu komponen tidak NPFA-rated, seluruh sistem dianggap unsafe.
5. Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
- Menggunakan karabiner tanpa rating kN.
Berisiko patah saat shock-loading. - Pulley kecil (climbing grade) digunakan untuk hauling.
Friction tinggi, sistem tidak efisien. - Harness climbing dipakai dalam operasi high-angle.
Tidak aman untuk pengangkatan vertikal. - Mencampur perangkat non-NFPA dengan NFPA-rated gear.
Mengurangi integritas sistem.
Kesimpulan
Memilih peralatan rope rescue bukan sekadar mengecek harga dan bentuk. Carabiner, pulley, dan harness harus memenuhi NFPA 1983 dengan rating kekuatan yang jelas, material berkualitas, dan fitur yang memungkinkan operasi berlangsung aman dan efisien.
Dengan pemilihan gear yang tepat, tim SAR, damkar, dan high-angle rescue dapat meningkatkan performa sekaligus mengurangi risiko cedera pada operator dan korban.