Dalam operasional pemadaman kebakaran, terutama di wilayah tanpa jaringan hydrant atau pasokan air bertekanan, pompa apung (floating pump) menjadi perangkat krusial. Alat ini memungkinkan tim pemadam menarik air langsung dari sungai, danau, kolam, kanal, hingga genangan banjir tanpa memerlukan instalasi pipa tambahan.

Artikel berikut mengulas fungsi utama, manfaat operasional, hingga alasan mengapa pompa apung merupakan peralatan wajib untuk sektor pemadam kebakaran modern. Termasuk pula contoh model yang direkomendasikan untuk berbagai skenario lapangan.
Apa Itu Pompa Apung?
Pompa apung adalah perangkat pemompaan berbasis mesin bensin yang dirancang mengapung di atas permukaan air, sehingga dapat mengambil air langsung dari sumber terbuka. Alat ini mampu menyalurkan air ke selang pemadaman atau mengisi tangki fire truck tanpa proses priming yang panjang.
Salah satu model populer saat ini adalah Water Strider Floating Pump 13 HP, yang dikenal memiliki kapasitas tinggi dan performa stabil untuk operasi besar.
Fungsi Utama Pompa Apung dalam Pemadaman Kebakaran
1. Menyedot Air dari Sumber Terbuka
Pompa apung digunakan untuk menarik air dari sungai, kolam, kanal, dan genangan banjir—sangat penting untuk area pedalaman, perkebunan, atau lokasi operasi tanpa infrastruktur hydrant.
2. Mengisi Tangki Mobil Pemadam (Refill On Site)
Unit seperti Water Strider Floating Pump 13 HP dapat mengisi tangki mobil pemadam secara cepat dengan kapasitas hingga 1500 LPM, mempercepat kesiapan tim di lapangan.
3. Menyediakan Suplai Air Kontinu Selama Pemadaman
Dalam kebakaran lahan atau kebakaran perkebunan, pompa apung sering menjadi sumber pasokan air utama sebelum didistribusikan melalui nozzle atau portable fire pump lainnya.
4. Mendukung Penanggulangan Banjir
Selain untuk pemadaman, pompa apung juga berfungsi menguras air, memindahkan genangan, dan membantu manajemen limpasan air di area industri, perumahan, maupun fasilitas publik.
Manfaat Pompa Apung bagi Tim Pemadam
1. Mobilitas Tinggi dan Ringkas
Model seperti Water Strider Hydra hanya berbobot ±27 kg dan dapat dibawa oleh dua personel, menjadikannya ideal untuk operasi cepat.
2. Optimal di Lokasi Tanpa Hydrant
Mengurangi ketergantungan pada suplai air mobil pemadam sehingga meningkatkan efisiensi dan respons tim.
3. Mampu Bekerja di Air Dangkal
Beberapa model modern dapat beroperasi pada kedalaman air hanya 2 cm, cocok untuk kolam dangkal maupun genangan luas.
4. Tahan Kotoran dan Berlumpur
Saringan inlet menjaga performa impeller tetap optimal meskipun digunakan di air berlumpur atau penuh sedimen.
Keunggulan Pompa Apung Dibandingkan Pompa Konvensional
| Aspek | Pompa Apung | Pompa Konvensional |
|---|---|---|
| Penempatan | Mengapung di permukaan air | Ditempatkan di darat |
| Elevasi hisap | Nyaris 0 (anti-cavitation) | Rentan cavitation |
| Mobilitas | Sangat tinggi | Rendah |
| Sumber air | Sumber air terbuka | Memerlukan pipa hisap panjang |
| Kesiapan operasi | Sangat cepat | Bergantung priming & instalasi |
Aplikasi Nyata Pompa Apung di Lapangan
1. Perkebunan Sawit dan Lahan Industri
Memanfaatkan kanal air sebagai sumber pasokan pemadaman kebakaran lahan atau peralatan industri.
2. Hotel, Vila, dan Resort
Model ringan sangat efektif menggunakan kolam renang, danau buatan, atau sumber air alami sebagai sumber cadangan air pemadaman.
3. Area Sungai, Danau, dan Pesisir
Pompa dengan impeller hydronalium memberikan ketahanan tinggi di lingkungan lembap dan korosif.
4. Penanggulangan Banjir
Dapat mempercepat pembuangan air dari area yang tergenang sehingga meminimalkan kerusakan fasilitas.
Rekomendasi Pompa Apung Berdasarkan Kebutuhan Operasional
1. Water Strider Floating Pump 13 HP
Direkomendasikan untuk:
- Operasi pemadaman skala besar
- Refill cepat tangki fire truck
- Perkebunan, industri, dan area pedalaman
Kapasitas hingga 1500 LPM dengan mesin Honda GXV-390 menjadikannya pilihan ideal untuk operasi berat.
2. Water Strider Hydra
Ideal untuk:
- Operasi ringan hingga menengah
- Lokasi banjir atau genangan dangkal
- Mobilitas tinggi dan penanganan cepat
Kapasitas 1200 LPM serta kemampuan bekerja pada kedalaman air 2 cm menjadikannya pilihan serbaguna.
Kesimpulan
Pompa apung merupakan perangkat strategis yang wajib dimiliki untuk mendukung operasional pemadaman kebakaran di area tanpa hydrant. Dengan mobilitas tinggi, fleksibilitas sumber air, dan kapasitas besar, perangkat ini memberikan keunggulan tak tergantikan bagi instansi pemadam, perkebunan, industri, perhotelan, serta pemerintah daerah.
Model seperti Water Strider Floating Pump 13 HP dan Water Strider Hydra menawarkan performa kuat, material anti-korosi, serta durabilitas untuk menghadapi berbagai tantangan lapangan.