Pengantar
Ruang server dan data center merupakan area dengan tingkat kritikalitas sangat tinggi. Namun di lapangan, masih banyak fasilitas yang sudah memiliki APAR, tetapi salah dalam memilih dan menempatkannya.
Kesalahan penempatan APAR di ruang server tidak hanya membuat pemadaman menjadi tidak efektif, tetapi justru dapat menyebabkan kerusakan perangkat IT, downtime berkepanjangan, hingga kegagalan audit keselamatan dan asuransi.
Artikel ini membahas kesalahan-kesalahan fatal yang paling sering terjadi dalam penempatan APAR di ruang server, lengkap dengan dampak dan praktik yang seharusnya diterapkan sesuai standar proteksi kebakaran.
1. Menggunakan APAR Powder di Dalam Ruang Server
Mengapa Ini Kesalahan Fatal?
APAR Powder ABC memang serbaguna, namun tidak dirancang untuk area dengan peralatan elektronik sensitif.
Dampak penggunaan APAR Powder di ruang server:
- Serbuk masuk ke server, rack, dan PSU
- Menyebabkan korosi dan short circuit
- Biaya pembersihan sangat tinggi
- Downtime operasional lebih lama dibanding kebakaran kecil itu sendiri
Dalam banyak kasus, kerusakan akibat powder lebih parah daripada api awal.
π Solusi yang benar:
Gunakan APAR Clean Agent FK-5-1-12 untuk ruang server utama.
2. Menempatkan APAR Terlalu Jauh dari Area Risiko
Masalah Umum di Lapangan
Banyak ruang server memiliki APAR:
- Ditempatkan di luar ruangan
- Terhalang rak atau peralatan
- Tidak mudah dijangkau saat darurat
Padahal, NFPA 10 mengatur jarak jangkau maksimal APAR agar dapat digunakan dalam hitungan detik.
Dampaknya:
- Keterlambatan pemadaman
- Api berkembang sebelum ditangani
- Risiko kerusakan sistem meningkat drastis
π Praktik yang benar:
- APAR harus terlihat jelas
- Mudah dijangkau tanpa melewati area berbahaya
- Ditempatkan dekat jalur evakuasi ruang server
3. Salah Memilih Jenis APAR untuk Risiko Kebakaran Listrik
Kesalahan Konseptual yang Sering Terjadi
Masih banyak fasilitas yang:
- Menganggap semua APAR aman untuk listrik
- Mengabaikan klasifikasi kebakaran (Class C)
- Memilih APAR hanya berdasarkan harga
Akibatnya:
- Risiko sengatan listrik
- Pemadaman tidak efektif
- Potensi kecelakaan personel
π Standar yang benar:
- Ruang server wajib menggunakan APAR non-konduktif
- Prioritas pada Clean Agent dan COβ
Lihat referensi produk:
4. Menempatkan APAR COβ di Ruang Server Utama Tanpa Pertimbangan Keselamatan
Mengapa Ini Berisiko?
APAR COβ bekerja dengan menurunkan kadar oksigen. Jika ditempatkan di:
- Ruang kecil
- Area yang selalu berpenghuni
- Tanpa prosedur keselamatan
Maka dapat menimbulkan:
- Risiko sesak napas bagi operator
- Potensi kecelakaan kerja
- Pelanggaran prosedur K3
π Praktik yang tepat:
- APAR COβ digunakan di ruang panel listrik terpisah
- Bukan sebagai APAR utama di ruang server aktif
5. Tidak Menyediakan APAR Clean Agent sebagai Proteksi Utama
Kesalahan Strategis dalam Desain Proteksi Kebakaran
Beberapa data center hanya mengandalkan:
- APAR Powder
- APAR COβ
- Atau hanya sistem hydrant gedung
Padahal, NFPA 75 dan NFPA 2001 secara jelas merekomendasikan clean agent untuk ruang IT.
Tanpa APAR Clean Agent:
- Risiko kerusakan aset meningkat
- Pemadaman awal tidak optimal
- Ketergantungan penuh pada sistem flooding
π APAR Clean Agent berfungsi sebagai:
- Proteksi awal
- Backup sistem clean agent flooding
- Alat pemadam manual tanpa residu
6. Penempatan APAR Tidak Sesuai Standar NFPA 10
Kesalahan teknis yang sering ditemukan:
- Ketinggian pemasangan tidak sesuai
- Tidak ada signage APAR
- APAR terhalang rack atau kabel tray
- Jarak jangkau melebihi ketentuan NFPA
Akibatnya:
- APAR sulit digunakan saat darurat
- Gagal inspeksi HSE
- Tidak lolos audit asuransi
π Penempatan APAR harus mengacu pada NFPA 10 β Portable Fire Extinguishers.
7. Tidak Melakukan Inspeksi dan Evaluasi Berkala
APAR yang:
- Tekanan turun
- Segel rusak
- Tidak pernah dicek
- Sudah melewati masa hydrotest
Sama dengan tidak ada proteksi sama sekali.
Di ruang server, inspeksi APAR harus menjadi bagian dari:
- Program HSE
- Audit fasilitas
- Manajemen risiko IT
Rekomendasi Penempatan APAR yang Benar di Ruang Server
Konfigurasi ideal yang banyak diterapkan pada data center profesional:
- APAR Clean Agent FK-5-1-12
β Ruang server utama & area rack - APAR COβ
β Ruang panel listrik & kontrol terpisah - APAR Powder ABC
β Koridor, ruang mekanikal, dan area non-sensitif
Pendekatan ini selaras dengan NFPA 10, NFPA 75, dan NFPA 2001.
Kesimpulan
Kesalahan penempatan APAR di ruang server bukan sekadar masalah teknis, tetapi risiko bisnis serius.
Pemilihan dan penempatan APAR yang tepat akan menentukan:
- Keselamatan personel
- Perlindungan data dan perangkat IT
- Keberlangsungan operasional
- Kepatuhan terhadap standar dan audit
APAR bukan hanya ada, tetapi harus benar jenisnya, benar posisinya, dan benar pengelolaannya.
Konsultasi Proteksi Kebakaran Ruang Server
PT Dunia Pemadam Indonesia menyediakan solusi APAR profesional untuk ruang server dan data center, termasuk APAR Clean Agent, APAR COβ, dan desain penempatan sesuai standar NFPA.
π Hubungi tim teknis kami untuk evaluasi dan rekomendasi penempatan APAR yang aman, efektif, dan patuh standar.