Distributor Fire Fighting Equipment & Rescue Equipment
Engineering · EV Fire

Fire Blanket & EV Thermal Runaway

Memahami thermal runaway pada baterai kendaraan listrik dan bagaimana fire blanket ditempatkan sebagai bagian dari strategi containment, exposure control, cooling, dan monitoring.

Ilustrasi engineering thermal runaway baterai kendaraan listrik dan fire blanket
Engineering Foundation

Thermal runaway mengubah cara kebakaran EV harus dipahami

Thermal runaway adalah kondisi ketika sel lithium-ion mengalami self-heating yang tidak terkendali. Ketika energi panas yang dihasilkan lebih cepat daripada kemampuan sistem untuk membuang panas, temperatur dapat meningkat dan memicu pelepasan gas, asap, fire, serta kondisi thermal yang semakin sulit dikendalikan.

Pada battery pack, satu thermal event dapat menjadi sumber perpindahan panas menuju sel atau modul di sekitarnya. Karena itu, evaluasi fire blanket tidak cukup hanya bertanya apakah fabric tahan terhadap temperatur tertentu. Pertanyaan engineering yang lebih penting adalah: apa yang terjadi pada heat release, heat transfer, exposure, dan lingkungan sekitar setelah blanket digunakan?

Thermal Runaway

Dari thermal event menuju uncontrolled self-heating

Thermal runaway bukan sekadar api di permukaan kendaraan. Mekanismenya berawal dari proses electrochemical dan thermal di dalam battery cell.

01

Cell Fault

Kegagalan internal atau kondisi abnormal dapat memicu thermal event.

02

Heat Generation

Energi panas dihasilkan dengan laju yang melebihi kemampuan dissipasi.

03

Gas & Venting

Reaksi dapat menghasilkan gas dan tekanan yang dilepaskan dari cell.

04

Fire

Gas, electrolyte, dan energi panas dapat menghasilkan atau mempertahankan kebakaran.

05

Propagation

Panas dapat berpindah ke sel atau modul lain dan memperluas thermal event.

Initiating Conditions

Thermal runaway dapat dipicu oleh berbagai kondisi abnormal

Penyebab aktual bergantung pada desain cell, battery management system, kondisi kendaraan, mechanical damage, thermal environment, dan karakteristik battery pack. Karena itu, penyebab tidak boleh diasumsikan hanya dari satu indikator.

Internal Failure

Kegagalan internal cell dapat menciptakan kondisi abnormal yang memicu self-heating.

Mechanical Damage

Benturan atau kerusakan fisik dapat memengaruhi integritas battery system.

Electrical Fault

Kondisi kelistrikan abnormal termasuk short circuit atau kondisi overcharge dapat menjadi faktor pemicu.

External Heat

Paparan panas eksternal dapat mendorong cell melewati kondisi thermal stability.

Heat Transfer

Propagasi thermal terjadi melalui perpindahan energi panas

Ketika sebuah cell mengalami thermal runaway, panas dapat berpindah menuju cell atau komponen lain. Dalam battery pack, jalur perpindahan panas dapat melibatkan konduksi melalui material padat serta perpindahan melalui gas dan radiasi.

Dari perspektif fire blanket, hal ini penting karena blanket bekerja terutama pada lingkungan eksternal battery system. Blanket tidak mengubah mekanisme internal cell secara langsung.

Simplified Thermal Path
Cell Sumber thermal event
↓
Module / Pack Potensi thermal propagation
↓
Vehicle Environment Heat, flame, smoke, gas dan exposure
↓
Surrounding Assets Vehicle, structure dan area sekitar
Containment Engineering

Di mana posisi fire blanket dalam thermal runaway?

Fire blanket bekerja pada sisi external exposure. Tujuannya bukan menghentikan reaksi electrochemical di dalam cell, tetapi membantu mengendalikan dampak kebakaran terhadap lingkungan sekitar.

01

External Barrier

Menjadi physical barrier antara sumber kejadian dan lingkungan sekitar.

02

Heat Exposure Control

Membantu membatasi paparan panas dan flame terhadap objek di sekeliling.

03

Smoke Containment

Dapat membantu membatasi penyebaran asap secara fisik, bergantung pada konstruksi dan deployment.

04

Exposure Protection

Menjadi salah satu layer untuk mengurangi exposure terhadap kendaraan atau aset sekitar.

Critical Engineering Distinction

Containment bukan berarti thermal runaway telah berhenti

Fire blanket berada di sisi containment. Blanket tidak secara langsung menghentikan reaksi thermal runaway yang berlangsung di dalam cell atau battery pack.

Karena itu, deployment blanket harus dipahami sebagai bagian dari strategi respons yang lebih luas. Cooling, electrical isolation, fire suppression, monitoring temperatur, ventilation, exclusion zone, dan prosedur responder tetap dapat menjadi bagian dari penanganan sesuai kondisi insiden.

Containment vs Cooling

Dua fungsi engineering yang berbeda

Fire blanket dan water-based cooling tidak sebaiknya diperlakukan sebagai dua metode yang saling menggantikan.

Containment

Fire Blanket

  • Membatasi exposure eksternal
  • Membantu mengendalikan penyebaran panas dan flame
  • Membantu membatasi penyebaran asap secara fisik
  • Mendukung protection of exposures
Cooling

Water / Heat Removal

  • Mengurangi energi panas
  • Mengendalikan temperatur sistem yang terdampak
  • Mendukung pengendalian thermal propagation
  • Memerlukan water supply dan response strategy yang sesuai
Propagation Control

Tujuan containment adalah mengelola dampak terhadap lingkungan sekitar

Ketika thermal event berkembang menjadi fire, risiko tidak hanya berada pada kendaraan yang mengalami insiden. Heat flux, flame, smoke, dan debris dapat menciptakan exposure terhadap kendaraan, struktur, equipment, dan personel di sekitar.

Vehicle-to-Vehicle

Jarak kendaraan dan konfigurasi area menentukan tingkat exposure terhadap kendaraan lain.

Vehicle-to-Structure

Basement, showroom, workshop, dan fasilitas tertutup memiliki elemen struktur yang perlu dipertimbangkan.

Responder Exposure

Heat, smoke, gases, electrical hazards, dan kondisi tidak stabil harus diperhitungkan dalam response strategy.

Fire Blanket Engineering Parameters

Parameter blanket harus dicocokkan dengan EV scenario

Tidak cukup memilih blanket berdasarkan label “EV”. Parameter fisik dan thermal tetap harus diverifikasi.

Blanket Size

Ukuran harus sesuai dengan vehicle geometry dan metode deployment.

Material Construction

Fiber, weave, GSM, thickness, coating, stitching, dan edge construction perlu diverifikasi.

Temperature Rating

Working dan maximum temperature harus dibaca bersama exposure duration dan test context.

Mechanical Integrity

Blanket harus dapat dideploy dan tetap memiliki integritas sesuai intended use.

Deployment Method

Berat, ukuran, jumlah responder, akses dan storage memengaruhi deployment.

Monitoring

Deployment tidak menghilangkan kebutuhan monitoring thermal condition dan perkembangan insiden.

Reference Product

Contoh penerapan: VULKO EV Fire Blanket VK-7080

Produk ini dapat digunakan sebagai contoh bagaimana parameter material, coverage, temperature rating, dan deployment diterjemahkan ke dalam perlengkapan EV containment.

Size 7 × 8 meter
Material 430 gsm fiberglass
Coating 30 gsm vermiculite
Working Temperature 800°C
Maximum Temperature 1600°C
Deployment Multi-person deployment

Data di atas merupakan spesifikasi produk. Rating temperatur tidak boleh ditafsirkan sebagai jaminan bahwa blanket dapat mempertahankan kondisi identik pada semua heat flux, durasi exposure, atau konfigurasi insiden.

Deployment Engineering

Ukuran besar berarti deployment juga menjadi persoalan engineering

EV fire blanket berukuran besar dapat memerlukan lebih dari satu responder. Karena itu, mechanical handling, storage, access route, training, dan koordinasi personel perlu dimasukkan ke dalam assessment.

01

Storage

Lokasi harus mudah diakses dan tidak menghambat emergency route.

02

Access

Responder membutuhkan jalur menuju kendaraan tanpa exposure yang tidak perlu.

03

Personnel

Jumlah personel harus sesuai berat dan metode deployment blanket.

04

Training

Personel perlu memahami metode handling dan batasan equipment.

05

Monitoring

Kondisi thermal harus tetap dipantau setelah deployment sesuai SOP.

Post-Deployment Monitoring

Fire terlihat padam bukan berarti battery system sudah aman

Thermal condition dapat berlanjut setelah flame berkurang atau hilang. Karena itu, post-incident monitoring menjadi bagian penting dari EV fire response.

NHTSA menyediakan emergency response guides yang berisi informasi vehicle-specific untuk responder, termasuk informasi terkait fire, towing, storage, dan kondisi darurat kendaraan listrik.

Temperature Trend Perubahan temperatur menjadi salah satu indikator penting dalam monitoring kondisi battery system.
Smoke / Gas Perubahan smoke, gas, suara, atau kondisi visual perlu diperlakukan sebagai indikator yang harus dievaluasi responder.
Re-ignition Potential Thermal condition yang belum stabil dapat menyebabkan fire kembali muncul.
Responder Safety

Fire blanket tidak menghilangkan electrical dan thermal hazards

Kendaraan listrik yang mengalami kerusakan atau kebakaran tetap dapat menghadirkan electrical hazard, panas ekstrem, smoke, gas, dan komponen bertegangan tinggi. NHTSA menekankan bahwa responder perlu menganggap high-voltage battery dan komponen terkait tetap berenergi dalam kondisi darurat sampai dinyatakan aman melalui prosedur yang tepat.

Deployment blanket harus dilakukan oleh personel yang terlatih dengan memperhatikan exclusion zone, PPE, akses aman, emergency response plan, serta vehicle-specific emergency response information.

Engineering Assessment

Kerangka evaluasi fire blanket untuk thermal runaway

Assessment dimulai dari hazard dan skenario, bukan dari ukuran produk.

01

Hazard

Battery, vehicle, charging, location.

02

Scenario

Parking, charging, workshop, transport.

03

Exposure

Heat, flame, smoke, gas, assets.

04

Containment

Blanket size, material, deployment.

05

Cooling

Heat removal and water strategy.

06

Monitoring

Temperature, smoke, re-ignition.

Engineering Principle

Contain the consequence while controlling the energy

Fire blanket membantu mengelola konsekuensi eksternal dari EV fire. Cooling membantu mengelola energi panas. Monitoring membantu menentukan apakah kondisi thermal bergerak menuju stabil atau kembali meningkat. Ketiganya memiliki fungsi engineering yang berbeda dan dapat menjadi bagian dari response strategy yang terintegrasi.

EV Fire Blanket

Lihat produk containment kendaraan listrik

Produk fire blanket harus dievaluasi berdasarkan vehicle size, material construction, temperature rating, deployment, storage, training, dan emergency response plan.

Thermal runaway membutuhkan pendekatan berlapis

Fire blanket, cooling, monitoring, emergency isolation, responder safety, dan sistem proteksi lainnya memiliki fungsi berbeda. Evaluasi yang tepat dimulai dari karakteristik battery, skenario insiden, fasilitas, dan response objective.

Konsultasikan Kebutuhan Teknis