Wildland Firefighting PPE adalah alat pelindung diri yang dirancang khusus untuk operasi pemadaman kebakaran hutan, lahan, dan vegetasi (karhutla). PPE ini berbeda secara fundamental dari structural firefighting PPE karena menekankan ringan, ventilasi, dan daya tahan panas radiasi, bukan paparan api langsung jangka panjang.
Digunakan oleh pemadam karhutla, Manggala Agni, Damkar daerah, BPBD, dan tim fire brigade industri.
Karakteristik Utama Wildland Firefighting PPE
Wildland PPE dirancang untuk:
- Operasi berjam-jam hingga berhari-hari
- Medan berat: hutan, semak, gambut, perbukitan
- Suhu tinggi, asap pekat, dan panas radiasi
- Mobilitas tinggi dengan beban fisik ekstrem
Singkatnya: lebih “napas” daripada armor.
Komponen Utama Wildland Firefighting PPE
1. Wildland Fire Helmet
Helm ringan dengan ventilasi, proteksi panas radiasi, dan mounting goggle/lamp.
2. Wildland Fire Shirt & Pants
Baju dan celana berbahan Nomex / aramid:
- Tahan panas
- Tidak meleleh
- Ringan & breathable
3. Wildland Fire Gloves
Sarung tangan kulit tahan panas dan abrasi, tetap fleksibel untuk alat manual.
4. Wildland Fire Boots
Sepatu tinggi berbahan kulit:
- Heat resistant sole
- Anti slip
- Cocok untuk medan tanah dan gambut
5. Eye & Respiratory Protection
- Goggles anti debu & asap
- Masker partikulat (P2 / P3) atau respirator ringan
Standar Wildland Firefighting PPE
- NFPA 1977 – Protective clothing and equipment for wildland firefighting
- ISO & EN Standards (pendukung)
- Rujukan operasional: NFPA 1143 & pedoman karhutla nasional
Digunakan luas dalam operasi karhutla Indonesia.
Perbedaan Wildland vs Structural Firefighter PPE
| Aspek | Wildland PPE | Structural PPE |
|---|---|---|
| Bobot | Ringan | Berat |
| Ventilasi | Tinggi | Rendah |
| Proteksi | Panas radiasi | Api langsung |
| Durasi kerja | Panjang | Intens singkat |
Penutup
Wildland Firefighting PPE adalah kunci keselamatan dan stamina dalam operasi karhutla. PPE yang salah bukan cuma bikin capek—bisa bikin tumbang sebelum api padam.