Rumah sakit adalah fasilitas vital yang beroperasi 24/7, menangani nyawa manusia setiap saat. Di tengah kompleksitas layanan kesehatan, kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran menjadi pilar utama keselamatan.

Bagi setiap fasilitas kesehatan, kepatuhan terhadap standar keselamatan, termasuk keberadaan dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), adalah syarat mutlak, terutama dalam proses akreditasi rumah sakit.
Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa APAR rumah sakit sangat penting, jenisnya, penempatan, hingga SOP APAR rumah sakit yang sesuai standar akreditasi.
APAR di Rumah Sakit | Lebih dari Sekadar Alat Pemadam
Keberadaan APAR di rumah sakit bukan hanya formalitas, melainkan elemen krusial dalam sistem manajemen keselamatan kebakaran (SMK2) yang efektif.
Dalam lingkungan yang penuh dengan peralatan medis sensitif, bahan kimia, gas medis, dan mobilitas pasien yang terbatas, potensi dan dampak kebakaran bisa sangat fatal. Oleh karena itu, memiliki APAR untuk rumah sakit yang sesuai standar dan mudah diakses adalah prioritas.
APAR akreditasi rumah sakit mengharuskan setiap fasilitas tidak hanya memiliki APAR, tetapi juga memastikan staf terlatih, prosedur yang jelas, dan penempatan yang strategis. Ini mencerminkan komitmen rumah sakit terhadap keselamatan pasien, pengunjung, dan seluruh staf.
Jenis APAR di Rumah Sakit dan Penempatannya
Pemilihan jenis APAR di rumah sakit harus disesuaikan dengan potensi jenis kebakaran di area tertentu, mengingat keragaman material dan peralatan.
Jenis APAR yang Umum Ditemukan
- APAR Air (Water): Cocok untuk kebakaran Kelas A (padat, seperti kayu, kertas, tekstil) di area umum seperti lobi, kantor administrasi, atau ruang tunggu.
- APAR Karbon Dioksida (CO2): Sangat ideal untuk kebakaran Kelas B (cairan mudah terbakar seperti minyak, alkohol) dan Kelas C (listrik). Ini adalah pilihan utama untuk apar di ruang server, ruang panel listrik, laboratorium, atau area dengan banyak peralatan elektronik sensitif karena tidak meninggalkan residu konduktif yang dapat merusak.
- APAR Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder): Serbaguna untuk Kelas A, B, dan C. Bisa digunakan di area umum, namun perlu diingat bahwa serbuknya dapat meninggalkan residu yang sulit dibersihkan dan berpotensi merusak peralatan elektronik atau mengganggu saluran pernapasan, sehingga penggunaannya di area tertentu seperti ruang operasi atau ruang server harus dihindari.
- APAR Busa (Foam): Efektif untuk kebakaran Kelas A dan B. Cocok untuk area dapur, ruang penyimpanan bahan bakar, atau area lain yang berisiko kebakaran cairan. Tidak disarankan untuk listrik.
- APAR Clean Agent (Non-Residu): Seperti FM-200, Novec 1230. Ini adalah jenis premium yang sangat direkomendasikan untuk area vital dan sensitif seperti ruang server, ruang MRI, atau ruang operasi karena bekerja cepat tanpa merusak peralatan atau meninggalkan residu.
Penempatan APAR di Rumah Sakit
Penempatan APAR di rumah sakit harus strategis dan mengikuti regulasi yang berlaku. Umumnya, APAR harus:
- Mudah terlihat dan diakses, tidak terhalang barang.
- Diletakkan pada ketinggian yang mudah dijangkau (biasanya bagian atas tidak lebih dari 1,5 meter dari lantai).
- Terpasang di dinding dengan tanda yang jelas.
- Terdistribusi merata, dengan jarak maksimal antar APAR yang diatur oleh standar keamanan kebakaran (misalnya, setiap 15-20 meter).
- Disesuaikan dengan jenis potensi kebakaran di area tersebut. Contoh: APAR CO2 di ruang server atau laboratorium.
SOP APAR Rumah Sakit & Pelatihan Penggunaan
Memiliki APAR saja tidak cukup. Standar APAR rumah sakit untuk akreditasi sangat menekankan pada SOP penggunaan APAR di rumah sakit yang jelas dan pelatihan APAR rumah sakit yang berkala.
SOP Penggunaan APAR di Rumah Sakit
Setiap rumah sakit harus memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang detail mengenai cara penggunaan APAR di rumah sakit. SOP ini mencakup:
- Identifikasi jenis APAR.
- Langkah-langkah penggunaan metode T-A-T-S (Tarik, Arahkan, Tekan, Sapukan).
- Prosedur evakuasi dan koordinasi dengan tim tanggap darurat kebakaran internal.
- Prioritas keselamatan diri.
- Prosedur pelaporan insiden.
Pelatihan APAR Rumah Sakit & Materi APAR Rumah Sakit
Pelatihan APAR rumah sakit adalah kunci kesiapsiagaan. Seluruh staf, khususnya mereka yang berada di garis depan, harus mendapatkan pelatihan reguler.
Materi APAR rumah sakit dalam pelatihan biasanya meliputi:
- Teori dasar api dan jenis-jenis kebakaran.
- Pengenalan jenis-jenis APAR dan fungsinya.
- Cara penggunaan APAR di rumah sakit dengan metode T-A-T-S secara praktis.
- Simulasi APAR di rumah sakit (latihan pemadaman api sungguhan) untuk membangun kepercayaan diri dan kecepatan respons.
- Prosedur evakuasi pasien dan staf.
- Penanganan pasca-pemadaman.
Simulasi APAR di rumah sakit seperti di APAR RSHS (Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung, sebagai contoh rumah sakit besar) menjadi contoh praktik terbaik dalam memastikan kesiapan tim.
APAR Akreditasi Rumah Sakit | Bukti Komitmen Keselamatan
Proses akreditasi rumah sakit menuntut bukti nyata dari kesiapsiagaan kebakaran. Ini mencakup:
- Kelengkapan dan fungsi APAR sesuai standar.
- Dokumentasi pelatihan staf.
- Rekaman inspeksi dan pemeliharaan APAR.
- Adanya tim tanggap darurat kebakaran yang terlatih.
- Kepatuhan terhadap SOP APAR rumah sakit.
Kesiapsiagaan APAR bukan hanya soal memenuhi persyaratan, tapi juga tentang menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.
Kesimpulan
APAR rumah sakit adalah komponen tak terpisahkan dari manajemen keselamatan.
Pemilihan jenis APAR di rumah sakit yang tepat, penempatan APAR di rumah sakit yang strategis, dan pelatihan APAR rumah sakit yang berkelanjutan, didukung oleh SOP penggunaan APAR di rumah sakit yang jelas, adalah fondasi untuk mencapai APAR akreditasi rumah sakit yang sukses.
Ini adalah investasi yang melindungi nyawa, aset, dan reputasi fasilitas kesehatan.