Distributor Fire Fighting Equipment & Rescue Equipment
Hydrant Equipment

Hydrant Valve untuk Sistem Fire Hydrant

Hydrant valve merupakan komponen pada jaringan hydrant yang digunakan untuk mengendalikan aliran air menuju fire hose atau titik pemadaman. DPI Pemadam menyediakan berbagai konfigurasi hydrant valve untuk kebutuhan gedung, industri, wet riser, dry riser, standpipe, dan sistem hydrant outdoor.

Hydrant Valve untuk sistem fire hydrant

Komponen Pengendali Aliran pada Jaringan Hydrant

Hydrant valve menjadi interface antara jaringan air pemadam dan peralatan yang digunakan untuk mengalirkan air menuju area kebakaran.

Pada saat dibutuhkan, valve dapat dibuka untuk memungkinkan air dari jaringan hydrant mengalir menuju fire hose atau outlet pemadaman. Setelah operasi selesai, valve digunakan untuk menghentikan aliran sesuai prosedur sistem.

Pemilihan hydrant valve tidak hanya berdasarkan ukuran. Jenis valve, tipe outlet, inlet connection, material, pressure rating, serta kompatibilitas dengan hose coupling perlu disesuaikan dengan konfigurasi sistem.

Pilih Berdasarkan Sistem

Satu jenis valve tidak otomatis cocok untuk semua instalasi. Konfigurasi outlet dan koneksi harus mengikuti kebutuhan sistem hydrant dan equipment yang akan digunakan.

Indoor hydrant & fire cabinet
Wet riser & dry riser
Standpipe system
Outdoor hydrant application

Konfigurasi Hydrant Valve

Produk tersedia dalam berbagai konfigurasi untuk menyesuaikan kebutuhan outlet, koneksi, pressure rating, dan aplikasi sistem hydrant.

1.5″ Salah satu ukuran outlet yang umum digunakan pada konfigurasi tertentu.
2.5″ Ukuran outlet untuk kebutuhan hose line dan konfigurasi hydrant tertentu.
Multiple Coupling Pilihan koneksi seperti Machino, Storz, BSP atau konfigurasi lain sesuai kebutuhan proyek.
Multiple Material Material dapat disesuaikan dengan tipe valve, lingkungan, dan kebutuhan proyek.

Jenis Hydrant Valve

DPI Pemadam menyediakan beberapa kelompok hydrant valve berdasarkan bentuk, fungsi, dan kebutuhan aplikasinya.

Hydrant Valve

Bib Nose

Konfigurasi valve dengan outlet yang diarahkan untuk koneksi hose pada instalasi hydrant tertentu. Cocok digunakan ketika layout outlet membutuhkan bentuk koneksi yang ringkas dan mudah dioperasikan.

Lihat Bib Nose Valve →
Hydrant Valve

Oblique

Valve dengan outlet bersudut yang membantu orientasi sambungan hose pada konfigurasi hydrant tertentu, termasuk aplikasi wet riser dan instalasi hydrant lainnya.

Lihat Oblique Valve →
Pressure Control

Pressure Reducing Valve

PRV digunakan pada konfigurasi tertentu ketika tekanan outlet perlu dikendalikan agar sesuai dengan kebutuhan sistem dan kondisi instalasi.

Lihat PRV Hydrant Valve →
Hydrant Valve

Right Angle

Valve dengan orientasi outlet sekitar 90° yang banyak digunakan pada konfigurasi indoor hydrant, cabinet, dan instalasi standpipe tertentu.

Lihat Right Angle Valve →

Spesifikasi yang Perlu Diperhatikan

Spesifikasi aktual harus mengikuti model yang dipilih. Beberapa parameter berikut menjadi bagian penting dalam menentukan kompatibilitas valve dengan sistem.

Parameter Yang Perlu Disesuaikan Tujuan
Valve Type Bib Nose, Oblique, PRV, Right Angle, atau konfigurasi lainnya. Menyesuaikan fungsi dan layout instalasi.
Size Diameter inlet dan outlet. Memastikan valve sesuai dengan jaringan dan hose yang digunakan.
Inlet Connection Flange, female thread, atau konfigurasi lainnya. Menyesuaikan sambungan dengan piping system.
Outlet Coupling Machino, Storz, BSP, BS336, atau standar koneksi yang ditentukan proyek. Memastikan kompatibilitas dengan fire hose.
Material Brass, gun metal, cast iron, aluminium, atau material sesuai model. Menyesuaikan kebutuhan aplikasi dan lingkungan.
Pressure Rating Working pressure sesuai datasheet model dan basis desain. Memastikan valve sesuai dengan kondisi operasi sistem.

Cara Memilih Hydrant Valve

Pemilihan valve sebaiknya dimulai dari kebutuhan sistem, kemudian diturunkan ke konfigurasi produk.

01

Tentukan Lokasi

Tentukan apakah valve digunakan pada indoor cabinet, wet riser, dry riser, standpipe, hydrant pillar, atau aplikasi outdoor.

02

Tentukan Ukuran

Ukuran inlet dan outlet harus sesuai dengan piping, hose, coupling, dan konfigurasi titik hydrant.

03

Periksa Connection

Pastikan tipe coupling dan thread atau flange kompatibel dengan equipment yang akan disambungkan.

04

Periksa Pressure Rating

Gunakan working pressure dan rating produk yang sesuai dengan kondisi operasi serta basis desain sistem.

05

Sesuaikan Material

Material valve perlu dipertimbangkan berdasarkan kondisi lingkungan, media, korosi, dan kebutuhan proyek.

06

Cocokkan dengan Hose

Outlet valve harus kompatibel dengan coupling hose yang digunakan agar sambungan dapat berfungsi sebagaimana dirancang.

Aplikasi Hydrant Valve

Hydrant valve digunakan pada berbagai konfigurasi sistem proteksi kebakaran berbasis hydrant.

01

Gedung Bertingkat

Digunakan pada konfigurasi hydrant, wet riser, dry riser, dan standpipe sesuai desain bangunan.

02

Warehouse

Mendukung titik hydrant pada fasilitas penyimpanan dan area logistik.

03

Pabrik

Digunakan pada jaringan hydrant fasilitas manufaktur dan area produksi.

04

Fasilitas Industri

Dapat menjadi bagian dari jaringan fire water pada fasilitas industri dengan kebutuhan proteksi tertentu.

05

Pelabuhan & Marine

Pemilihan material dan konfigurasi perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan fasilitas.

06

Oil & Gas

Digunakan sebagai bagian dari sistem fire protection sesuai desain dan persyaratan proyek.

Posisi Hydrant Valve dalam Sistem

Hydrant valve merupakan salah satu titik pada rangkaian distribusi air pemadam, bukan keseluruhan hydrant system.

Komponen Peran dalam Sistem Hubungan dengan Hydrant Valve
Fire Water Tank Menyediakan atau menyimpan air pemadam. Menjadi sumber air sebelum distribusi menuju outlet.
Fire Pump Menyediakan kebutuhan pressure dan flow sesuai desain. Menyediakan kondisi aliran yang dibutuhkan oleh jaringan hydrant.
Piping Mendistribusikan air menuju titik hydrant. Hydrant valve terhubung ke jaringan melalui inlet connection.
Hydrant Valve Mengontrol aliran menuju hose atau outlet. Menjadi titik kontrol dan koneksi operasional.
Fire Hose Membawa air dari outlet menuju area pemadaman. Terhubung melalui coupling pada outlet valve.
Nozzle Mengarahkan discharge air ke area kebakaran. Berada di sisi downstream setelah hose.

Membutuhkan Konfigurasi Hydrant yang Tepat?

Pemilihan hydrant valve sebaiknya mengikuti konfigurasi jaringan, pressure, flow, outlet, hose coupling, dan kebutuhan proyek. Untuk pembahasan desain yang lebih teknis, lanjutkan ke Engineering Hydrant System.

Buka Engineering Hydrant