Tidak semua evakuasi dilakukan secara horizontal. Dalam banyak operasi penyelamatan, arah evakuasi justru ke atas, ke bawah, atau menggantung di antara struktur.
Rope rescue equipment digunakan ketika korban berada di ketinggian, kedalaman, atau medan ekstrem yang tidak dapat dijangkau oleh peralatan konvensional. Sistem ini dirancang untuk memastikan evakuasi dilakukan secara terkontrol, stabil, dan dengan redundansi keselamatan.

Apa Itu Rope Rescue?
Rope rescue adalah disiplin technical rescue yang menggunakan sistem tali dan perangkat mekanis untuk melakukan akses, penurunan, pengangkatan, dan evakuasi korban.
Sistem rope rescue digunakan untuk operasi pada:
- Ketinggian (high angle)
- Kedalaman (vertical & low angle)
- Medan ekstrem dan struktur tidak konvensional
Rope rescue bukan sekadar tali, melainkan sistem terpadu yang menggabungkan peralatan, teknik, dan personel terlatih.
Standar Internasional yang Menjadi Acuan
Agar operasi tetap aman dan terkendali, rope rescue equipment dan teknik penggunaannya mengacu pada standar internasional, antara lain:
- NFPA 1670 – Technical Search & Rescue Operations
- NFPA 1006 – Rescue Technician Professional Qualifications
- NFPA 1983 – Life Safety Rope and Equipment
Standar ini menekankan redundansi, sistem keselamatan berlapis, dan kompetensi personel.
Jenis Operasi Rope Rescue
High Angle Rescue
Digunakan pada lokasi dengan sudut kemiringan tajam atau vertikal, seperti:
- Gedung bertingkat
- Tebing dan jurang
- Tower, crane, dan jembatan
- Struktur industri
➡️ High angle rescue equipment
Low Angle & Slope Rescue
Digunakan pada medan miring yang masih memungkinkan pergerakan terbatas:
- Lereng curam
- Area berbatu
- Lokasi longsor
Industrial Rope Rescue
Digunakan pada fasilitas industri dengan struktur vertikal:
- Pabrik dan kilang
- Silo dan chimney
- Struktur confined yang memiliki akses vertikal
➡️ Confined space rescue equipment
Peralatan Utama Rope Rescue Equipment
Life Safety Rope
- Static rope sebagai tali utama rescue
- Dynamic rope untuk aplikasi terbatas
- Diameter dan kekuatan mengacu praktik NFPA 1983
Harness & Personal Safety Equipment
- Full body harness
- Seat harness dan chest harness
- Rescue helmet tersertifikasi
➡️ Technical rescue PPE
Anchor & Connection Hardware
- Locking carabiner
- Webbing dan sling
- Anchor plate
- Beam clamp dan artificial anchor
Anchor harus redundan, tidak bergantung pada satu titik.
Ascender, Descender & Belay Device
- Descender untuk kontrol penurunan
- Ascender untuk akses naik
- Belay device sebagai sistem pengaman cadangan
- Progress capture device
Mechanical Advantage (MA) System
Digunakan untuk mengurangi beban kerja rescuer dan mengangkat korban secara efisien.
Contoh konfigurasi:
- 3:1
- 4:1
- 5:1
- Pig rig dan compound system
Kesalahan Fatal dalam Operasi Rope Rescue
- Menggunakan tali non life-safety
- Mengandalkan satu anchor tanpa redundansi
- Tidak menggunakan belay line
- Personel tidak tersertifikasi
- Tidak melakukan inspeksi peralatan
Dalam rope rescue, satu kesalahan dapat berakibat fatal.
Perawatan & Inspeksi Peralatan Rope Rescue
- Inspeksi visual dan tactile sebelum serta sesudah operasi
- Pencatatan log penggunaan
- Hindari paparan bahan kimia, panas, dan abrasi berlebih
- Penyimpanan di area kering dan terlindung dari UV
- Patuhi masa pakai yang ditetapkan pabrikan
Integrasi Rope Rescue dengan Sistem Rescue Lain
Rope rescue jarang berdiri sendiri. Sistem ini sering terintegrasi dengan:
- Confined space rescue
- Urban Search and Rescue (USAR)
- High-rise firefighting
- Industrial emergency response
- Medical evacuation system
➡️ USAR equipment
Siapa yang Menggunakan Rope Rescue Equipment?
- Unit rescue pemadam kebakaran
- Tim SAR gunung dan urban
- BPBD dan Basarnas
- Industrial rescue team
- Fire brigade fasilitas industri
Penutup
Rope rescue bukan soal keberanian berada di ketinggian, tetapi tentang:
- Sistem yang benar
- Redundansi yang disiplin
- Personel terlatih
- Kepatuhan pada standar
Di operasi vertikal, gravitasi tidak pernah kompromi.