πŸ“ž 0823-7114-3480 βœ‰ ferry@duniapemadam.com
Distributor Fire Fighting Equipment & Rescue Equipment

Kebutuhan Air Kebakaran Mobil Listrik: Berapa Banyak?


Kebakaran kendaraan listrik (EV) memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Pada kebakaran konvensional, pemadaman dapat dilakukan dengan APAR atau air dalam jumlah terbatas.

Namun pada EV, khususnya yang melibatkan thermal runaway baterai lithium-ion, faktor utama bukan sekadar memadamkan apiβ€”melainkan pendinginan (cooling) dalam volume besar dan durasi panjang.

Pertanyaan utama dalam praktik lapangan:

Berapa banyak air yang dibutuhkan untuk kebakaran mobil listrik?

Jawabannya:
bisa mencapai puluhan ribu liter, tergantung kondisi kebakaran.

Untuk memahami mekanismenya:
β†’ thermal runaway EV: mekanisme dan risiko teknis;


Estimasi Kebutuhan Air Berdasarkan Praktik Internasional

Berdasarkan praktik fire department dan panduan global:

  • 10.000 – 30.000 liter β†’ kasus umum EV fire
  • >30.000 liter β†’ kasus berat / baterai besar
  • durasi cooling β‰₯ 60 menit

Dalam beberapa insiden ekstrem:

  • total kebutuhan bisa mencapai 5.000 – 40.000 gallon
    (Β±19.000 – 150.000 liter)

Kesimpulan:

EV fire membutuhkan 10–20 kali lebih banyak air dibanding kendaraan konvensional


Kenapa Kebakaran EV Membutuhkan Air Sangat Banyak?

1. Thermal Runaway Tidak Bisa Dipadamkan Secara Konvensional

Reaksi dalam baterai:

  • menghasilkan panas hingga >800Β°C
  • bersifat self-sustaining
  • tidak bergantung penuh pada oksigen

Artinya:

api bisa tetap β€œhidup” meskipun terlihat padam


2. Pendinginan Harus Mencapai Inti Baterai

Tujuan utama penggunaan air:

  • menurunkan suhu sel baterai
  • menghentikan reaksi berantai
  • menjaga suhu casing di bawah titik kritis

Tanpa cooling:

  • reaksi terus berlangsung
  • risiko re-ignition sangat tinggi

3. Desain Baterai Sulit Ditembus

Baterai EV dilindungi oleh:

  • casing logam
  • struktur rangka kendaraan
  • modul tertutup rapat

Dampaknya:

  • air sulit mencapai inti panas
  • membutuhkan volume besar + debit tinggi + durasi panjang

Estimasi Kebutuhan Air Berdasarkan Skenario

πŸ”΄ 1. Kebakaran EV Total (Fully Involved)

  • 15.000 – 30.000 liter air
  • membutuhkan cooling intensif dari berbagai sisi

Digunakan untuk:

  • kendaraan terbakar penuh
  • runaway sudah menyebar ke banyak modul

🟠 2. Thermal Runaway Parsial

  • 5.000 – 10.000 liter air

Kondisi:

  • hanya sebagian baterai terlibat
  • respon awal cepat

🟑 3. Overheating (Pre-Thermal Runaway)

  • 1.500 – 3.000 liter air

Catatan:

  • tetap perlu monitoring suhu
  • risiko re-ignition masih ada

Debit Air Ideal untuk EV Fire

Standar operasional:

  • β‰₯ 200 – 500 liter/menit

Jika debit terlalu kecil:

  • air hanya membasahi permukaan
  • suhu internal tidak turun
  • thermal runaway tetap berlanjut

Implikasi untuk gedung:

sistem hydrant harus mampu mensuplai debit tinggi secara kontinu


Teknik Cooling yang Direkomendasikan

1. Direct Cooling (Stream / Jet)

  • fokus ke area baterai
  • penetrasi lebih baik

2. Cooling dari Bawah Kendaraan

Efektif untuk:

  • battery floor pack
  • EV modern dengan baterai di bawah

3. Area Cooling (Water Shield / Fog)

  • mengurangi radiasi panas
  • melindungi petugas

4. Kombinasi dengan Fire Blanket (Containment)

Fire blanket digunakan untuk:

  • mengendalikan penyebaran api
  • mengurangi radiasi panas
  • menahan asap berbahaya

πŸ”΄ penting:
fire blanket bukan pengganti cooling, tetapi pelengkap

β†’ fire blanket untuk mobil listrik dan containment kebakaran EV;


Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Air

1. Kapasitas Baterai

  • 40–60 kWh β†’ Β±8.000–15.000 liter
  • 70–100 kWh β†’ Β±15.000–30.000 liter

2. Jenis Sel Baterai

  • pouch β†’ reaksi lebih agresif
  • cylindrical β†’ lebih stabil
  • prismatic β†’ casing lebih kuat

3. Lokasi Kebakaran

Basement:

  • ventilasi terbatas
  • akumulasi gas tinggi
  • akses air terbatas

β†’ proteksi kebakaran EV di basement dan charging station;


4. Waktu Respon Awal

  • respon cepat β†’ kebutuhan air lebih kecil
  • respon lambat β†’ runaway menyebar β†’ kebutuhan meningkat drastis

Apakah APAR Bisa Menggantikan Air?

Jawaban singkat: tidak

  • foam / dry chemical β†’ hanya memadamkan api luar
  • COβ‚‚ β†’ tidak mendinginkan baterai

Sementara:

inti masalah ada di reaksi internal baterai


Risiko Re-Ignition (Penyalaan Ulang)

Setelah api padam:

  • suhu baterai masih tinggi
  • reaksi kimia bisa berlanjut
  • api dapat muncul kembali

Oleh karena itu:

  • monitoring wajib dilakukan
  • pendinginan harus cukup lama

Implikasi untuk Desain Sistem Proteksi

Gedung dengan EV harus mempertimbangkan:

  • kapasitas air lebih besar
  • tekanan hydrant stabil
  • akses pemadaman memadai
  • integrasi containment (fire blanket)

Checklist implementasi:
β†’ checklist safety EV untuk parkir dan charging station;


Kesimpulan Teknis

Kebakaran kendaraan listrik tidak dapat ditangani dengan pendekatan konvensional.

Strategi utama adalah:

  • cooling β†’ menghentikan thermal runaway
  • containment β†’ mengendalikan dampak kebakaran

Dengan demikian:

kebutuhan air dalam jumlah besar adalah faktor kritis dalam keselamatan EV fire


FAQ

Berapa liter air untuk kebakaran mobil listrik?
Umumnya 10.000–30.000 liter, tergantung kondisi.

Kenapa lebih banyak dari mobil bensin?
Karena harus mendinginkan baterai, bukan hanya memadamkan api.

Berapa debit air ideal?
Minimal 200–500 liter per menit.

Apakah APAR cukup?
Tidak, hanya memadamkan api luar.

Apakah fire blanket menggantikan air?
Tidak, hanya untuk containment dan perlindungan sekitar.