Meningkatnya penggunaan mobil hybrid membuat banyak pemilik kendaraan, pengelola gedung, dan tim keselamatan mulai mempertanyakan satu hal penting:
Apakah mobil hybrid juga bisa mengalami thermal runaway seperti mobil listrik?
Jawabannya adalah ya. Mobil hybrid tetap memiliki risiko thermal runaway karena menggunakan baterai tegangan tinggi dengan prinsip kimia yang mirip dengan kendaraan listrik berbasis lithium-ion.
Meski skala energi dan tingkat keparahannya umumnya lebih rendah dibanding EV full battery, kebakaran baterai hybrid tetap dapat menghasilkan panas ekstrem, gas beracun, serta potensi re-ignition apabila tidak ditangani dengan benar.
๐ Pelajari dasar fenomena pada artikel thermal runaway EV.
Apa Itu Mobil Hybrid?
Mobil hybrid menggabungkan dua sistem penggerak:
- mesin pembakaran internal
- motor listrik dengan baterai tegangan tinggi
Tergantung desain kendaraan, sistem hybrid dapat berupa:
- HEV (Hybrid Electric Vehicle)
- PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle)
- Mild Hybrid
Walaupun kapasitas baterainya lebih kecil dibanding EV murni, sistem hybrid tetap memiliki potensi overheating dan runaway pada kondisi tertentu.
Apakah Mobil Hybrid Bisa Mengalami Thermal Runaway?
Ya. Jika sel baterai mengalami kerusakan internal atau overheating ekstrem, reaksi kimia di dalam baterai dapat menjadi tidak stabil dan menghasilkan thermal runaway.
Pada kondisi ini:
- suhu meningkat secara tidak terkendali
- sel baterai menghasilkan panas berlebih
- gas flammable terbentuk di dalam modul
- tekanan meningkat
- terjadi venting atau semburan gas panas
- api dapat menyebar ke sel lain
Mekanisme dasarnya tetap sama dengan kendaraan listrik berbasis lithium-ion.
๐ Pelajari mekanisme teknis pada pembahasan mekanisme thermal runaway lithium-ion.
Apakah Risiko Hybrid Sama dengan EV?
Tidak sepenuhnya sama.
Mobil hybrid umumnya memiliki:
- kapasitas baterai lebih kecil
- energi tersimpan lebih rendah
- jumlah sel lebih sedikit
- tegangan sistem lebih rendah dibanding EV murni
Hal ini membuat intensitas thermal runaway pada hybrid biasanya tidak sebesar EV full battery.
Namun risiko tetap ada, terutama apabila:
- kendaraan mengalami benturan keras
- sistem pendinginan gagal
- baterai mengalami kerusakan internal
- terjadi short circuit pada modul
Pada ruang tertutup seperti basement atau parkiran gedung, kebakaran hybrid tetap dapat menimbulkan risiko serius.
Penyebab Thermal Runaway pada Mobil Hybrid
Beberapa faktor yang dapat memicu thermal runaway pada kendaraan hybrid antara lain:
Kerusakan Akibat Benturan
Kecelakaan kendaraan dapat menyebabkan:
- deformasi modul baterai
- kerusakan separator internal
- short circuit antar sel
- kegagalan sensor baterai
Kerusakan fisik menjadi salah satu pemicu utama runaway pada kendaraan listrik maupun hybrid.
Overheating Sistem Baterai
Peningkatan temperatur dapat terjadi akibat:
- ventilasi pendinginan tersumbat
- kegagalan cooling system
- suhu lingkungan tinggi
- penggunaan ekstrem dalam waktu lama
Jika panas tidak terkontrol, stabilitas kimia sel dapat terganggu.
Manufacturing Defect
Walaupun relatif jarang, cacat produksi pada sel baterai tetap dapat memicu:
- internal short
- ketidakstabilan elektrolit
- overheating lokal
Kasus seperti ini pernah terjadi pada beberapa kendaraan elektrifikasi secara global.
Overcharging atau Electrical Failure
Pada PHEV, kegagalan charging system atau battery management system dapat meningkatkan risiko overheating dan kerusakan internal baterai.
Gejala Awal Thermal Runaway pada Mobil Hybrid
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
- bau kimia menyengat
- asap tipis dari area kabin atau bagasi
- suara mendesis
- panas berlebih pada lantai kendaraan
- indikator baterai menyala abnormal
- performa kendaraan turun drastis
Jika gejala muncul, kendaraan sebaiknya segera diisolasi dan dijauhkan dari area ramai atau kendaraan lain.
Apakah Mobil Hybrid Lebih Aman dari EV?
Secara umum, potensi energi kebakaran hybrid memang lebih kecil dibanding EV full battery.
Namun hal ini tidak berarti hybrid bebas risiko.
Pada beberapa kasus, posisi baterai hybrid di area kabin atau bawah kursi justru dapat meningkatkan risiko paparan asap dan gas panas terhadap penumpang.
Selain itu, kebakaran baterai hybrid tetap memiliki kemungkinan:
- re-ignition
- pelepasan gas beracun
- penyebaran panas ke kendaraan sekitar
Mengapa Kebakaran Hybrid Tetap Berbahaya di Basement?
Pada area tertutup seperti basement parking, kebakaran hybrid dapat menjadi lebih kompleks karena:
- ventilasi terbatas
- akumulasi asap dan gas panas
- akses pemadaman terbatas
- jarak antar kendaraan rapat
Walaupun skala api lebih kecil dibanding EV, kebakaran hybrid tetap dapat memicu secondary fire pada kendaraan lain atau struktur sekitar.
๐ Pelajari risiko area tertutup pada artikel kebutuhan air kebakaran EV.
Apakah APAR Bisa Memadamkan Baterai Hybrid?
APAR tetap berguna untuk mengendalikan api permukaan pada:
- interior kendaraan
- jok
- dashboard
- kabel terbakar
Namun pada inti thermal runaway, reaksi kimia di dalam sel baterai dapat tetap berlangsung walaupun api eksternal terlihat padam.
Karena itu, kendaraan tetap memerlukan observasi dan pendinginan lanjutan untuk mencegah re-ignition.
Strategi Isolasi Kebakaran Hybrid
Pada banyak fasilitas modern, strategi penanganan kendaraan elektrifikasi tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga containment dan isolasi area.
Salah satu metode yang digunakan adalah penggunaan fire blanket untuk:
- membantu mengurangi radiasi panas
- membatasi penyebaran api
- membantu containment asap
- mengurangi paparan terhadap kendaraan sekitar
๐ Pelajari solusi isolasi pada halaman fire blanket untuk mobil listrik.
Fire Blanket untuk Kendaraan Hybrid dan EV
Fire blanket untuk kendaraan elektrifikasi umumnya digunakan pada:
- basement parking
- charging station
- showroom kendaraan
- fasilitas transportasi
- workshop EV
- area parkir gedung
Ukuran dan material blanket harus disesuaikan dengan dimensi kendaraan dan kebutuhan containment panas.
๐ Lihat spesifikasi produk pada halaman EV fire blanket.
Penutup
Mobil hybrid tetap memiliki risiko thermal runaway karena menggunakan sistem baterai tegangan tinggi dengan mekanisme kimia yang serupa dengan kendaraan listrik.
Walaupun tingkat energinya umumnya lebih rendah dibanding EV full battery, kebakaran baterai hybrid tetap dapat menghasilkan panas tinggi, gas berbahaya, dan potensi penyebaran api apabila tidak ditangani dengan benar.
Pemahaman terhadap gejala awal, strategi isolasi, dan prosedur keselamatan menjadi faktor penting dalam mitigasi risiko kendaraan elektrifikasi modern.